Gavin begitu murka kepada sang papa. Sudah beberapa menit yang laku lelaki itu sampai di rumahnya dan langsung mencari keberadaan Banyu. Gavin tidak bisa lagi menahan amarah yang sudah hampir meledak saat dirinya melihat Banyu tengah berucap manis kepada Saira. “Papa!” “Gavin, dateng-dateng itu salam dulu kek, cium tangan mama sama papa, ini malah langsung marah-marah sama banting tasnya,” protes Sania. “Sekarang papa jelaskan maksud dari foto ini.” Gavin menyerahkan ponselnya yang terdapat foto Banyu dan Kinan. “Pah …” Sania menatap banyu dengan penuh tanda tanya. Banyu menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang lelaki itu lihat. “Kamu percaya sekali dengan gosip murahan seperti itu, Gavin?” tanya Banyu sembari mengembalikan gawai milik anak lelakinya itu. “Maksud papa apa

