Kinan kembali ke rumahnya dengan keadaan basah kuyup. Saat Kinan masih berada di lapangan, secara terang-terangan Caka mengusirnya dari sekolah, Kinan sedih dan juga senang. Senang karena dirinya tidak dikeluarkan dari sekolahnya, hanya saja dirinya harus mendapatkan skorsing selama satu bulan. Langlah Kinan terhenti ketika mendengar suara ibu-ibu yang terngah berkumpul mengosipi dirinya. Kecurigaan Kinan semakin menguat ketika dirinya melihat ibu-ibu itu menatapnya penuh hinaan. “Permisi bu,” sapa Kinan memberi hormat sebelum berjalan melewati kerumunan itu. “Saya kira dia gadis baik-baik, ternyata wajah polosnya cuma sebagai tipuan belaka,” ucap ibu yang memakai kaca mata itu. “Iya bu, saya jadi kasihan sama ibu Zena, dengan kondisinya yang sekarang ehh malah anaknya jual diri.”

