41

1256 Kata

“Gavin, gua butuh bantuan lo sekarang,” ujar Jesika isak tangisnya terdengar memilukan di telinga Gavin. “Bantin apa? Tapi gua lagi buru-buru.” Jesika mencekal pergelangan tangan Gavin dengar erat. “Gua mohon Vin, Kinan semakin keterlaluan. Dia … dia tega banget sama gua.” Setelah ucapan Jesika terhenti, gadis itu semakin terisak. Gavin mengepalkan tangannya erat. “Bawa gua ke tempat Kinan sekarang juga!” perintah Gavin lalu di angguki oleh Jesika. Gavin mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Gavin juga tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri, saat Jesika mengucapkan sesuatu tentang Kinan, lelaki itu langsung percaya begitu saja. sesampainya di rumah megah itu, Gavin langung turun dari dalam mobilnya tanpa membukakan pintu untuk Jesika. Dari luar, Gavi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN