Kala itu Zena tengah berada di taman belakang rumahnya, tiba-tiba ada seseorang yang menariknya ke rumah kecil yang biasanya dijadikan tempat gudang. Wanita itu sempat melihat siapa yang telah menariknya secara paksa. Sumeri, dialah wanita usia lanjut yang telah tega menyeret Zena sampai ke gudang. “Jauhi anak saya!” perintahnya tagas matanya menyorot tajam ke arah Zena. “Ma, tapi aku ….” Zena tidak berani melantkan kata-katanya ketika mendapat tatapan tajam dari Sumeri. “Jangan panggil saja dengan sebutan ‘mama’ karena saya tidak sudi mendengarnya!” lagi-lagi Sumeri melayangkan peringatan yang tajam untuk Zena. “Tapi mengapa ma ….” “Sudah saya bilang jangan panggil saya ‘mama!” lagi-lagi Sumeri memotong ucapan Zena. “Maafkan saya, nyonya.” Zena menunduk hormat. “Itu lebih bai

