Tiga bulan sudah berlalu, kini Danu dan Zena tengah disibukkan dengan persiapan pernikahannya yang akan digelar tujuh hari lagi. Setelah berbagai macam rayuan mendapatkan hati Zena, akhirnya usaha itu berbuah manis. Saat ini keduanya tengah berada di butik langganannya untuk mencari baju pengantin untuk hari bahagianya nanti. “Mas, gimana?” tanya Zena saat keluar dari ruang ganti butik itu. Danu terperangah ketika melihat betapa cantiknya wanita di hadapannya itu. Tubuhnya dibalut dengan kebaya warna putih gading serta hijab yang dikeakannya membuat aura kecantikannya semakin bertambah. “Cantik, sayang,” ucap Danu tanpa lelaki itu sadari. Zena tersipu malu ketika melihat betapa Danu mengangguminya. Zena melirik sekitarnya untuk memastikan bahwa tidak ada orang selain dirinya dan

