36

1404 Kata

Pagi hari pun tiba, langit seperti tersenyum menampilkan sinar matahari yang begitu menghangatkan semesta. Kicauan burung yang hinggap di pepohonan menjadi melodi tersendiri untuk suasana rumah megah itu yang terlihat begitu sepi karena hanya dihuni oleh dua orang saja. Sedari tadi Kinan hanya duduk terdiam di ruang televisi rasanya gadis itu ingin mati dalam keadaan bosan. Kinan sangat rindu sekali dengan suasana sekolah, sudah lebih dari satu minggu gadis itu tidak mengnjakkan kaki di SMA Paripurna Negara. Kinan melirik gawainya berdering, di sana tertera nama Della tengah meneleponnya. “Halo, Dell. Lo kemana aja sih? Gua kangen tau, lo tau nggak sih gua bosen banget di rumah rasanya gua bakalan mati ke bosenan deh,” omel Kinan. “Ya ampun Kinan, suara lo bikin gendang telinga gua h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN