Pagi hari pun tiba di mana Kinan tengah disibukkan mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke sekolahnya. Hari pertama Kinan sekolah setelah beberapa hari sempat diskorsing membuat gadis itu ingin berpenampilan berbeda. Kinan menjentikkan jarinya puas ketika melihat hasil make-up polesan tangannya sendiri. Setelah selesai berdandan, Kinan memutuskan untuk ke ruang makan melakukan rutinitas sarapan paginya. “Selamat pagi mama,” sapa Kinan. Zena hampir saja menjatuhkan spatulanya ketika mendengar suara lengkingan nyarig dari anak gadisnya itu. “Kinan, untung aja kamu nggak mama lempar pake spatula ini.” Zena menunjukan spatulanya dengan wajah kesal. Kinan meringis kuda menampilkan deretan gigi putihnya. “Maafkan Kinan, mamaku sayang. Mama lagi masak apa nih?” tanya Kinan sedikit meng

