Kinan terdiam menatap lurus ke depan sembari tangannya bersidekap d**a. Gadis itu sudah berada di atas gedung sekolah sejak lima menit yang lalu dan selama itu pula dirinya terdiam menunggu Gavin membuka mulutnya. Angin menerpa rambut Kinan setiap helainya menyapu permukaan kulit wajahnya yang halus. Kinan memejamkan matanya sejenak untuk merasakan betapa segarnya angin itu berhembus. “Kinan,” ucap Gavin yang mulai melangkah mendekat kearah Kinan. Kinan nampak terdiam gadis itu masih menikmati angin yang berhembus, namun matanya sudah kembali terbuka. “Gua minta maaf, tidakan gua beberapa minggu yang lalu udah buat lo sakit hati,” ucap Gavin dari lubuk hati yang paling dalam. “Gua tau lo marah sama gua, Kin. Tapi, gua bener-bener bodoh karena nggak cari tahu dulu keberannya itu g

