Kinan berdiri dengan tangan menyilang di depan dadanya. Gadis itu mencoba menahan amarahnya ketika berhadapan dengan Jesika, gadis yang telah tega menuduhnya berselingkuh dengan papanya Gavin dan telah menyebarkan gosip itu ke penjuru sekolah sampai jabatannya sebagai ketua osis dilepas secara tidak hormat. “Udah puas?” tanya Kinan yang masih mempertahankan posisinya. “Sangat puas,” jawab Jesika cepat dengan senyum kemenangan yang menghiasi wajahnya. Suasana kembali hening, hanya terdengar desau angin yang menerpa di taman itu. nampaknya Jesika tidak ingin menjelaskan apa maksud di balik semua gosip yang telah dibuatnya hingga menyebar ke penjuru sekolah. “Gua nggak ada waktu buat ngeladenin lo, Jes.” Kinan langsung beranjak dari duduknya, namun Jesika menahan pergelangan tenagnnya

