34

1202 Kata

Tiga hari sudah Zena berada di rumah sakit dan selama itu pula Danu selalu menjenguknya, walau seasaat di waktu senggangnya. Tidak bisa Zena memungkiri, perasaannya sedikit demi sedikit mulai luluh karena perlakuan manis Danu yang selalu ditunjukan kepada dirinya dan Kinan. Namun, lagi-lagi Zena mencoba menepisnya jauh-jauh, karena Zena masih sangat trauma dengan masa lalu. Perlakuan masih Danu yang selalu Zena dapatkan selalu saja berhasil, seperti saat ini ketika Danu tengah mengupaskan buah jeruk untuknya. Buah berwarna orange itu dalam genggaman Danu, lelaki itu begitu sabar mengupas kulitnya. “Kinan kemana?” tanya Zena memecah keheningan. Danu sedikit mendongakkan kepalanya. “Pulang, karena ada sesuatu yang ingin diambilnya,” jawab Danu senyum tulus terbit di wajahnya. Zena ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN