Adik Ipar

1601 Kata

“Mas Azam?” Aku dan Gus Anam terkejut hingga mengucapkan nama suamiku bersamaan. Aku segera duduk dan melepaskan diri dari adik iparku, tidak mau jika suamiku berpikiran yang iya-iya. Gus Azam berlari ke arah kami kemudian melepas tas dan meletakkannya asal di sembarang tempat. Gus Anam mundur ketika suamiku datang dan berlutut di hadapanku. “Kamu kenapa, Fia? Ada yang sakit?” tanyanya cemas sambil memegang kedua jemari tanganku. Aku menggeleng. Sejenak kemudian Gus Azam menatap adiknya. “Apa yang terjadi dengan Shafia, Nam?” “Dia jatuh,” jawab Gus Anam cuek. “Aku haus, Mas. Tadi bajuku tersangkut di kaki meja hingga membuatku terjatuh. Gus Anam hanya membantuku, aku tidak melakukan apa-apa dengannya.” Kulihat suamiku melirik ke arah adiknya, tetapi Gus Anam tidak menanggapi. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN