Mahar

1079 Kata

Sejak kejadian beberapa waktu yang lalu, Pak Rozaq tidak pernah datang ke rumahku. Namun, aku mempunyai feeling yang tidak enak. Besok adalah waktu di mana aku harus membayar semua hutang ayah. Aku sudah mengambil uang santunan jasa raharja, toko Ibu di pasar sudah kusewakan beserta isinya dan hanya mendapatkan uang dua puluh juta untuk satu tahun. Hari ini hatiku sangat risau. Gus Azam belum memberikanku kabar meskipun dia mengatakan uangnya sudah siap besok. Aku juga belum tahu kapan dia akan datang bersama orang tuanya. Serasa digantung di pohon ciplukan. Aku menjemur pakaian setelah lima hari tidak ada panas. Hujan di bulan Januari membuatku harus bekerja keras. Sekarang tidak hanya bajuku yang kucuci, tetapi baju kakek dan nenek juga. Aku mengusap peluh di kening setelah semua b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN