Calon Istri

1086 Kata

“Apa?” teriak Anin dan Nadia bersamaan. Untung saja pintunya sudah ditutup. Suara mereka bak petasan yang dinyalakan ketika hari raya Idul Fitri. “Gila kamu, Fia. Terus kamu terima lamarannya?” tanya Nadia. Aku mengangguk. “Yah, mau bagaimana lagi? Dia ‘kan udah mau bantuin aku, Nad. Masa aku tolak?” “Tapi kamu ‘kan sukanya sama Gus Anam? Yakin kamu bisa hidup dengan lelaki dingin itu?” tanya Nadia lagi. Aku mengedikkan bahu. “Entahlah! Aku yakin cinta akan hadir pada waktunya. Mending kalian bantuin beresi barang-barangku.” Aku sudah mengemasi beberapa pakaian kemarin. Hanya tinggal sedikit yang belum kumasukkan ke dalam tas karena baru esok rencanaku pulang. Aku mengambil beberapa barang di laci, ada sebuah kalung pemberian Anin yang tadinya akan kujual. “Anin, kukembalika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN