Tidak ada apa-apa

1106 Kata

“Dua ratus juta.” Jawaban Kakek membuat wajah Gus Azam tampak terkejut mendengarnya. “Insya Allah dua minggu lagi uangnya sudah ada.” Ucapan Gus Azam membuat kami lega. Setidaknya aku tidak akan menikah dengan lelaki tua bangka itu. Awalnya hutang ayah hanya 150 juta, tetapi ternyata ayah tidak hanya memiliki hutang pada Pak Rozaq. Ayah memiliki hutang pada orang lain dan Pak Rozaq membantu membayarnya. Namun, dia memintaku untuk menjadi istrinya supaya bisa melunasi hutang Ayah. Aku ini manusia, bukan alat membayar hutang. Rasanya dunia ini begitu tidak adil padaku. “Masya Allah, makasih, Ustaz,” ujar Nenek dan Kakek. Aku membisikkan sesuatu di telinga Kakek dan Nenek. Aku mengatakan jika lelaki yang di depan kami adalah anak Abah Sya’roni, bukan hanya ustaz. Kakek NeneNenek lekas me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN