Diantar Pulang

658 Kata
Seketika Sarah tersadar untuk menghilangkan rasa terkejutnya. "Jangan sok tau !" Menatap dengan mata melotot "Kita sudah dijodohkan, dan kamu tidak bisa menolaknya !" Ucap Al lalu beranjak mendekati Sarah "Jangan mencoba untuk mendekat !" Ucap Sarah dan memukul meja "Wah wah ternyata kamu berani juga ya !" ujarnya Al mencoba menyentuh tangan Sarah, namun gerakannya terbaca oleh Sarah. Sarah pun dengan cepat pergi meninggalkan ruangan itu. Dengan langkah yang terburu-buru Sarah menabrak seseorang. "Maaf, saya tidak sengaja, saya terburu-buru!" Ucap Sarah tanpa melihat siapa yang di tabraknya. Sedangkan yang ditabrak sudah tidak asing lagi mendengar suara itu, dan dengan cepat juga dia menghentikan langkah gadis tersebut. "Tunggu !" Ucap seseorang yang di tabrak Sarah Sarah pun berhenti. "Kamu Sarah kan ?" Tanyanya Sarah langsung membalikan badannya untuk melihat siapa seseorang itu. "Pak Ashraf, maafkan saya Pak, saya tidak sengaja." Lirih Sarah Ya, seseorang yang ditabrak Sarah adalah bosnya sendiri, Pak Ashraf. Ashraf bisa melihat raut wajah Sarah yang menahan emosi tapi juga matanya sudah sedikit basah. "Kamu ada masalah ?" Tanya Ashraf Sarah menunduk, ingin cerita tapi rasanya malu sekali sebab yang dihadapan nya sekarang ini adalah bos dimana tempatnya bekerja namun seketika seseorang membuka suara. "Bukan urusanmu, dia calon istriku !" Ucap Al yang tak tau malu "Aku tidak pernah mau dijodohkan, jangan pernah ambil keputusan sepihak ! Ucap Sarah "Ayo kembali keruangan kita bicarakan sama Ibumu dan Mamaku." Ucapnya lalu menarik kasar tangan Sarah Dengan cepat juga Ashraf menepis tangan lelaki itu. "Jangan bersikap kasar kepada wanita, atau kau berurusan denganku !" Ashraf menantang "Siapa kau rupanya berani ikut campur urusan ku ! Selidik Al "Tak perlu kau tau siapa aku, tapi aku kenal dengan wanita yang kau bilang calon istrimu !" Ucap Ashraf dan bergegas memegang tangan Sarah lalu mengajak nya keluar dari kafe itu dan akan mengantarkan nya pulang. "Saya akan antar kamu pulang !" Ucapnya lagi dan membukakan pintu mobil untuk Sarah "Tapi Pak, saya bisa pulang sendiri lagian Bapak baru datang ke kafe itukan mungkin lagi ada kepentingan jadi saya tidak mau membuat Bapak repot." Ujar Sarah "Apa kamu baru mengenal saya ?" Ucap Ashraf Tanpa banyak kata, Sarah tak bisa membantah ucapan bos nya itu dan dia pun segera masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang tak enak. Tanpa sadar Ashraf tersenyum. "Kalau kamu ingin cerita, ceritalah saya siap mendengarkan!" Ucap Ashraf melirik sekilas wajah Sarah "Maaf Pak, tadi Bapak sudah dengarkan kalau kami dijodohkan." Lirih Sarah yang memilin ujung bajunya. "Kenapa kamu menolak perjodohan itu ? Bukannya pilihan orangtua itu pasti yang terbaik ? Jelas Ashraf Sarah terdiam. "Oke saya mintak maaf." Ucapnya lagi kembali ke cafe tadi. Dimana sang Ibu mencari anaknya. "Anak tante sudah pulang, dia berkata menolak perjodohan ini !" Ucapnya menatap dua wanita dihadapannya secara bergantian "Saya mintak maaf nak Al. Tapi apa nak Al menerima perjodohan ini ?" Tanya Ibu Sarah "Ya, saya setuju," Ujarnya "Baiklah akan tante bicarakan pada Sarah. Jeng saya mintak maaf kalau anak saya merusak suasana, saya akan menegurnya. Untuk kelanjutan nya kita bisa berkabar ya jeng. Klau begitu saya izin deluan !" Ucapnya yang berlalu meninggalkan ruangan itu. "Sarah, kau selalu buat malu Ibu, awas aja kau ya. Masih syukur Al masih mau menerima perjodohan ini. Urusan Sarah biar aku yang urus, dia tak boleh menolak, dia harus mau !" Ucapnya merutuk Sarah Diperjalanan Sarah terus terdiam hingga tak terasa sudah sampai di depan rumah Sarah. "Apa kamu masih mau terdiam di dalam mobil saya ?" Tanya Ashraf yang membuat Sarah langsung tersadar dari lamunannya "Eh maaf Pak, saya kira belum sampai." Ucap nya "Apa kamu masih mau jalan-jalan lagi ? Kalau mau saya bisa temenin." Tawar sang bos "Gak usah Pak, ini sudah malam besok saya juga harus kerja, jadi saya mau segera istirahat," Tolak Sarah "Terimakasih untuk malam ini, sudah mengantar saya pulang Pak, sekali lagi maaf sudah merepotkan waktu Bapak. Saya izin turun !" Ucapnya yang terus turun dari mobil tanpa menunggu jawaban dari sang bos.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN