Jihoon menggeleng, rona merah di wajahnya sudah berangsur terlihat samar, lelaki muda itu juga sudah berani untuk menoleh dan melihat ke arah Minjoo lagi. "Noona, sepertinya aku harus pulang lebih dulu. Aku baru teringat memiliki janji dengan seseorang," kata Jihoon dengan suara lirih. Sepertinya ia merasa tidak enak meninggalkan Minjoo membersihkan cafe sendirian. Sementara Jihoon berpamitan, Minjoo tersenyum sambil menggeleng pelan. Ia merasa gemas dengan tingkah lelaki muda yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri. "Ya, kau bisa pulang sekarang. Sebaiknya temui gadis mu lebih cepat dan berikan sesuatu yang bagus. Noona tunggu kabar baiknya, ya." Setelah mengatakan itu, bisa Minjoo dengar rengek kan yang berasal dari Jihoon. Tapi lelaki muda itu juga pada akhirnya melaku

