Keputusan Yang Terbaik

1148 Kata

“Ya nggak mungkin lah. Kan aku sudah jatuh cinta sama Abang Gino,” kata Liana merayu kekasihnya itu. “Gombal,” Gino mengulum senyumnya begitu mendengar rayuan kekasih tercintanya. “Serius itu, nggak gombal,” ucap Liana bersungguh-sungguh. “Masak, sih?” goda laki-laki berwajah manis itu. Liana mengangguk sebagai jawabannya. “Peluk dong kalau benar,” pinta Gino kepada sang kekasih. Liana langsung kaget dan melihat keadaan sekelilingnya. Sekarang mereka sedang makan siang di sebuah restoran Sunda. Keduanya berada di salah satu saung yang letaknya cukup jauh dari keramaian. Gino terkekeh geli melihat kegugupan sang pacar. Dia yang akhirnya berinisiatif memeluk Liana terlebih dahulu. “Pacarku pemalu. Harus aku dulu yang memulai,” ujarnya seraya memeluk erat Liana. Perempuan berwaj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN