Dewa menggelengkan kepalanya, tertawa kecil melihat kepanikan mamanya. “Lalu dia kenapa?” tanya Fira, tetap waspada. “Dia, menolak cintaku,” agak tersendat Dewa mengaku. Fira terpaku mendengar pengakuan Dewa. “Hari pertama dan kamu udah nembak dia?” tanya Fira tidak percaya. Farid terkekeh mendengar pertanyaan istrinya yang tampaknya takjub pada putra mereka. Dewa nyengir melihat tanggapan mamanya. “Aku nggak mau buang waktu, Ma. Kalau bisa secepatnya nikah,” jawab Dewa. Fira memandang Dewa dengan gemas. “Ya, tapi nggak sekilat itu juga.” Dewa tersenyum saja mendengar ibunya mengomelinya. Dia hanya merasakan, tidak ingin lagi membuang waktu, setelah lima tahun menunggu. “Kenapa Larisa menolakmu, De?” tanya Farid ingin tahu. Rasanya aneh, lima tahun lalu gadis itu yang mengeja

