Sabtu pagi, Dewa sudah sampai di rumah Larisa. Dia bermaksud menjemput gadis itu, dengan alasan ingin mencari tambahan menu untuk acara makan bersama nanti siang. Begitu diijinkan oleh Heri, Larisa pun terpaksa berangkat. Hanya berdua dengan Dewa. “Memang mau beli apa, Pak?” tanya Larisa, meskipun agak sebal dengan sikap Dewa, tetap saja dirinya tidak bisa menolak pesona laki-laki tampan tersebut. “Mama minta kita cari dessert atau buah,” jawab Dewa. Lagi-lagi ini hanya akal-akalan laki-laki copian Gongyo tersebut. Dia pun pamit pada orang tuanya, dengan alasan Larisa tidak ada yang jemput. Padahal hanya berniat bisa lebih lama berduaan dengan calon pacarnya. “Mau beli di mana?” tanya Larisa, dia sudah merasa asing dengan suasana Jakarta. Jadi tidak mengenal pusat perbelanjaan.

