Setelah selesai menelpon Alex, Dewa pun menelpon Gino. Tidak diindahkannya wajah cemberut Larisa. Halo Kak, Gino sedang nyetir,. Ada apa nih? Suara Liana yang justru menyapanya. Segera dinyalakan olehnya speaker, seperti saat bicara dengan Alex. “Li, kamu sama Gino langsung ke lokasi aja, Larisa biar bareng sama aku,” ucap Dewa tanpa basa-basi. Oh, Kak Dewa ikut? Oke kalau begitu. Liana langsung menutup teleponnya, tanpa merasa perlu mendapatkan jawaban dari Dewa. Dewa pun segera menutup panggilan telepon, lalu meletakkan ponselnya di dalam tas kerjanya. “Nah, beres. Ayo kita pergi, Sa,” ajak Dewa kepada Larisa, masih manyun ke arahnya. Duh, kamu nggemesin. Dewa menatap Larisa seraya tersenyum kecil. “Kog main mutusin tanpa persetujuan dariku?” protes gadis mungil itu. Dew

