Dilema

1220 Kata

Dewa menghela nafasnya, mengusap punggung Larisa pelan. “Resty sudah meninggal, Sa. Apa kita perlu bahas lagi?” tanya Dewa, seolah ingin menghindari topik pembicaraan mengenai mendiang kekasihnya tersebut. “Tapi Bapak masih mencintainya?” pertanyaan darinya terasa seperti pernyataan. Larisa sendiri tidak tahu mengapa harus melakukan hal seperti itu. Dewa diam, dia seperti kebingungan untuk menjawabnya. “Pak Dewa seperti ini karena video Kak Resty?” Larisa bertanya lagi. Dan Dewa tetap tidak memberikan jawaban. Gadis mungil itu tersenyum miris, memahami perasaan laki-laki itu yang belum sepenuhnya bisa dia tinggalkan untuk mendiang Resty. Perlahan dilepasnya pelukan laki-laki tampan tersebut. Kali ini Dewa tidak menahannya. Dia hanya menatap Larisa yang kini berdiri di sebelahny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN