Larisa menghela nafasnya. Sepanjang lima tahun kepergian dirinya ke Korea, nama itu yang dia hindari di setiap sambungan komunikasi dengan keduanya. Dia sudah memutuskan untuk menjauh, seperti janjinya pada mendiang Resty, maka sekuat tenaga akan dilakukannya. “Kak Dewa sehat, Dek. Dia sekarang-,” belum sempat dia bicara banyak, Larisa sudah memotong perkataan saudaranya itu. “Syukurlah kalau sehat.” Kemudian dia sibuk membongkar koper yang khusus untuk membawa oleh-oleh. Alex menghela nafasnya ketika melihat sikap gadis mungil kesayangan pasangan itu. Reina memberikan kode agar tidak perlu membahas Dewa untuk sementara. Lalu mengajak suaminya bergabung dengan Larisa yang sibuk mengabsen siapa yang akan diberi oleh-oleh. Minggu pagi itu kegiatan lebih banyak difokuskan dengan urus

