Darah di Pelaminan

2107 Kata

Perlahan Zoya menaiki dua anak tangga menuju pelaminan di mana ada dua orang yang sedang bercengkrama dengan mesra. Rasa sesak kian menjalari tubuhnya di setiap sentimeter langkah kakinya, kini Romance sudah tepat berada di pengantin laki-laki. Mereka berpelukan dengan erat, terlihat pemuda 20 tahun itu membisikkan sesuatu ke telinga Mikail. Di hadapan gadis bermata Zoya kini adalah pengantin perempuan yang masih menggunakan cadarnya, dia berusaha menghadirkan senyum di wajahnya walau dengan memaksa sekuat tenaga. Terlihat dari matanya Senja tertawa kecil saat mata mereka beradu, dia mendekap gadis bermata biru itu lebih dulu membuat Zoya agak terkejut. “Maafkan aku, Zoya. Aku tak kuasa menolak semua ini,” terdengar bisikan di telinga gadis bermata biru itu. Gadis bermata biru itu berus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN