Dia Itu Adikku

1353 Kata

Kana segera kembali membuang wajahnya melihat ke arah jendela. “Jangan konyol, kamu sudah tahu jelas bagaimana perasaanku, aku sudah menolakmu mungkin lebih dari seratus kali,” desis Kana dengan gemuruh debar jantung di dadanya. “Walau begitu, tadi kamu menerima ciumanku,” timpal Ari dengan senyuman kemenangan. Dia menatap wanita yang tak mau terlihat wajahnya itu. Pria itu sangat yakin kalau Kana wajahnya pasti sedang memerah seperti tadi, bibirnya separuh terbuka dan Ari sangat ingin kembali mengecupnya. “Itu tadi kesalahan, karena aku terkejut saja, jangan kamu pikirkan ciuman tadi. Itu tidak akan terulang lagi.” Kana mengatakan itu dengan seyakin mungkin tapi tetap saja ada keraguan di hatinya. Ari mendengus lalu tertawa kecil. "Ya…ya tadi memang kesalahan," gumamnya pelan. "Memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN