Dengan keheningan diantara mereka, Kana merasa sangat canggung. Mereka duduk bersebelahan di sofa beranda yang gelap dengan hanya diterangi oleh lampu jalan dan lampu dari tetangga. Ari hanya duduk sambil memandangi langit dan sepertinya sibuk dengan pikirannya sendiri. Dengan tidak sadar Kana melirik memandang pria tampan di sebelahnya. Pria itu terlihat sangat ganteng dibawah sinar lampu kemerahan yang samar-samar mengenai wajahnya. Hidungnya yang mancung bagaikan pahatan dari pemahat patung eropa, mungkin karena memang Ari ada turunan dari mamanya yang caucasian, membuat hidungnya menjadi tinggi seperti itu. Alisnya tebal dengan mata yang dalam membuat Kana menghela napas, lalu dengan keinginan yang tidak dapat ditolaknya, Kana kembali memperhatikan bibir pria itu yang tebal. Bibi

