Caleb mendesah saat masuk ke dalam daerah perumahannya. Dia harus bisa mengontrol diri. Entah apa yang merasuki dirinya tadi. Bisa-bisanya dia memikirkan Noella dengan pikiran c***l seperti itu. Kenangan saat pandangan mereka kemarin bertemu tiba-tiba memasuki alam bawah sadarnya. Wanita itu dengan cantiknya terjatuh di atas tubuhnya, lalu secara tak sengaja bibir mereka bertemu. “Bukan, itu bukan ciuman, walau bibir mereka bertemu, rasanya sakit karena terantuk gigi,” dengus Caleb dalam hatinya. Bibir Noella malah sempat memar, walau kini memarnya sudah hilang, jadi tak bisa itu dikatakan ciuman. Caleb segera menghapus itu dalam pikirannya. Lalu kembali mengingat ciumannya bersama Aruna. Saat itu adalah peringatan hari jadi mereka yang ke tiga tahun mereka. Wanita itu mengenakan gaun

