Walau merasa aneh, tapi Caleb mendiamkan tangan Aruna merangkulnya dengan mesra seraya mereka meninggalkan aula kantor wanita itu. Mereka segera berjalan menuju parkiran mobil. Saat merasa sudah tak ada yang dapat melihatnya, Aruna segera melepas tangannya. Sudah biasa diperlakukan seperti itu, Caleb hanya diam saja dan segera masuk ke dalam mobil. “Aroma mobilmu ganti,” ujar Aruna memandangi mobil itu. Dia berhenti untuk memandang Caleb. Walau baru beberapa hari tidak bertemu, rasanya aura pria itu sudah berubah. Dia tetap sama pendiam dan luar biasa tampan tapi kenapa sekarang rasanya dia menjadi asing? “Nggak, Biasa aja.” Aruna menghela napas panjang. Seperti biasa orang ini memang terlalu kaku, Dia jadi malas bicara. Akhirnya Aruna hanya memandang keluar. Jika dia bersama dengan Ind

