Saat sudah waktunya pulang kerja Ari melihat ke arah langit yang menggelap dari jendela di dekat meja kerjanya. “Apakah Kana sudah kembali ke rumahnya?” tanyanya dalam hati. Dia meraih kantongnya untuk mengambil benda pipih yang menjadi andalannya sepanjang hari ini. “Hai Kana, apakah kamu sudah menemukan ruko yang bisa memalingkan hatimu dari rukoku? Aku baru mau pulang kerja. Aku merindukanmu, kemarin rasanya sudah lama sekali. Aku harap kamu masih mempertimbangkan rukoku dibanding ruko yang baru itu?” ketik Ari lalu mengirimkannya. Dia menghela napas panjang saat melihat kalau pesannya sudah terkirim tapi belum dibaca. Hanya dalam waktu sebentar, pesan itu telah terbaca, tapi seperti biasa wanita cantik itu tidak membalasnya. “Oh Kana dimanakah kamu berada?” erang Ari sambil kembali

