Wanita itu keluar dengan rambutnya yang masih basah. Dia mengenakan kaos milik Ari, sehingga kebesaran di tubuhnya yang mungil. Dia tak mengenakan riasan apapun di wajahnya. Tetapi Ari sampai terperangah karena melihat kecantikan alami Kana. Bola mata hijau kecoklatannya itu bersinar malu-malu saat pandangan mata mereka bertemu. Kana menatap Ari yang sedang berdiri di ruang tengah apartemennya. Pria itu tertegun saat dia berjalan mendekatinya. “Apakah aku terlalu aneh, sampai-sampai dia memperhatikanku seperti ini? Atau dia menyadarinya kalau aku tak mengenakan pakaian dalam?” pikir Kana panik. “A-aku sebaiknya pu-pulang,” ucap Kana tergagap. Dia membenci dirinya karena begitu gugup begitu Ari mendekatinya. “Tentu, aku akan mengantarmu pulang. Tapi aku juga kehujanan, sebaiknya aku juga

