Noella memukul karena mengira pria bertopeng kain itu kembali meraihnya. Dengan mata yang terpejam, wanita itu mengerahkan sekuat tenaganya untuk menonjok perut penjahat itu. Hanya saja raungan Caleb yang terdengar saat dia selesai memukul. Noella segera membuka matanya dan melihat pria itu sudah terkapar di lantai. “Astaga, astaga, maafkan aku,” ucap Noella segera berjongkok dan menatap pria itu memegangi perutnya. “Kamu tidak apa-apa?” tanya Noella memandangi pria yang meringis kesakitan itu. “Tidak…aku nggak apa-apa kok.” Pria itu segera memasang wajah biasa. Sebenarnya Caleb sangat malu karena bisa terkapar hanya dengan tonjokan Noella. Namun sebenarnya, tonjokan itu sangat sakit dan pria itu menahan rasa sakit di perutnya sampai matanya berair. Kali ini dia berterima kasih pada

