Caleb segera berlari cepat ke kamarnya karena terkejut. Jantungnya berdebar kencang saat membuka pintu kamarnya sendiri. "Apa yang telah aku lakukan tadi, astaga! Aku sudah gila!" erang Caleb sambil segera duduk di atas tempat tidurnya. "Mengapa bisa-bisanya aku mengecup Noella seperti tadi? Apakah aku sudah gila?” dengusnya kesal pada dirinya sendiri. Dia kembali membayangkan yang tadi baru saja terjadi. “Mengapa aku selalu lemah dengan aroma tubuh Noella? Ini persis seperti waktu itu, saat Noella terjatuh diatas tubuhnya, saat itu juga Caleb seperti manusia goa yang mengendus-ngendus, sampai Noella merasa risih dengan dirinya dan terjatuh. “Aku harus bisa mengendalikan diriku, hal seperti ini tidak dapat diterima lagi kedepannya!” serunya sambil memandang bayangan dirinya di cermin. D

