Curiga yang Beralasan

1067 Kata
Kythira menatap Abigail dengan penuh amarah. Sudah lebih dari dua hari dia berada di kamar ini. Dia lebih memilih langsung dibunuh oleh Abigail dari pada harus melihatnya setiap hari tanpa melakukan apa-apa. Kythira yakin sekarang Enyalios sedang mencarinya. Semua barang milik Kythira sudah dibuang oleh Abigail ke dasar laut. “Kau lapar?” Tanya Abigail saat melihat Kythira gelisah. “Tidak! Apa yang kau tunggu?” Kythira pun mencondongkan tubuhnya ke arah Abigail. “Tidak ada. Aku tidak menunggu apapun. Makanan sudah diantarkan ke sini. Tidak ada lagi yang aku tunggu.” “Kenapa kau tidak membunuhku?” “Ehm… membunuhmu itu terlalu mudah, Sweet. Aku lebih suka bersenang-senang dengan tawananku.” “Cih! Apakah permainanku begitu memabukkan sehingga kau ingin mengulanginya lagi?” “Bisa dibilang seperti itu. Aku memantikannya aku benar-benar ingin merasakannya lagi. Tapi, sayang aku sedang tidak berminat saat ini.” “Kau tidak jauh berbeda dengan para b******n itu rupanya. Aku pikir kau orang suci.” “Hahahahahaha… orang suci katamu? Dengarkan aku Nona, tidak ada laki-laki yang bisa menolak saat seorang perempuan sepertimu menggodanya. Terlebih lagi tubuhmu sangat memabukkan. Tatapan mata indahmu itu seperti memiliki daya tarik yang kuat. Dengan melihatmu saja semua orang ingin menyerahkan diri. mereka dan bermimpi ada di satu ranjang yang sama denganmu.” “Begitu rupanya. Lalu kenapa sekarang kau mengikatku di kursi ini? Kenapa kau tidak mengikatku di ranjangmu. Aku rela melakukannya, asalkan itu kau Abigail. Kau seperti Ares untuk Aphrodite.” “Hahahahaha… dan kau ingin melahirkan cupid? Yang benar saja! Saat ini kita bukan ada di Yunani.” “Aku tidak masalah jika harus melahirkan anakmu. Asalkan itu kau!” “Wah… mulutmu benar-benar berbisa Nona Kythira. Aku tidak menyangka kau bisa seperti itu.” “Di saat aku menginginkan sesuatu, aku harus mendapatkannya, Abigail.” Kythira pun menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, lalu membuka kakinya lebar-lebar. Saat ini kain berwarna putih itu lihat jelas. Dan di sana sudah terlihat ada bercak cairan. Abigail pun tidak percaya melihat tingkah Kythira. Dia tersenyum mengejek, dan langsung berdiri dari hadapan Kythira. Dia memilih untuk keluar dari kamar ini. Berada lama-lama di dalam sini dengan wanita seperti Kythira benar-benar membuatnya gila. Anton yang sedang duduk di sofa sambil mengerjakan sesuatu dengan laptopnya menatap Abigail bingung. “Kenapa lo? Perang mental lagi sama wanita itu?” “Bisa gila gue kalau lama-lama sama dia.” “Ya jangan maulah. Kalau nggak mau gila hajar aja. Toh dia yang mancing.” “Kampret lo!” “Lah, apa yang salah? ‘Kan gue bener. Dia itu terlalu sensual untuk laki-laki bugar seperti kita. Gue aja nggak pernah mau masuk ke sana.” “Kalau lo mau, masuk aja.” “Kagak! Pantang buat gue make bekas temen.” “Sialan lo!” “Bi, lo nyadar nggak sih tatapan dia itu seperti penuh damba ke elo? Tapi, ini bukan sekedar untuk mendapatkan kepuasana. Ada ketertarikan di tatapannya.” “Bodo amat. Gue nggak peduli. Mau dia tertarik kek, mau nggak kek. Dia itu musuh kita, kaki tangan si Enyalios gay kampret yang buat hidup semua wanita di dunia ini terancam.” “Hati-hati kalau ngomong. Jarak benci sama cinta itu tipis, setipis panty sutra yang sering dipakai cewek-cewek rumah remang-remang.” “Dih… bawa-bawa panty sutra lo. Kenapa lo lagi pengen? Mau gue pesenin?” “Dahlah… gue lagi fokus kerja. Sana lo pergi.” “Apa yang lo kerjain?” “Gue lagi mengawasi pergerakan Tuan Edward. Gue bingung, kenapa dia ada di Bogota sekarang. Padahal menurut kabar yang baru saja Andreas dapatkan dari Reihan, bakal ada transaksi beberapa hari lagi.” “Mungkin ada sesuatu yang harus dia kerjakan di sana. Dan akan balik ke sini saat batch itu dimulai.” “Mungkin.” Saat Anton dan Abigail sedang sibuk memperhatikan Tuan Edward, Andreas berlari menghampiri mereka. Anton bertanya dengan kesal, karena tingkah Andreas itu berhasil membuatnya kaget. Hampir saja dia terkena serangan jantung tadi. Andreas menunjukkan berita yang baru saja dia temukan. Kedua orang di hadapannya langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Kita harus kasih tahu Bang Reihan apa nggak nih?” Andreas menatap Anton dan Abigail bergantian. “Biar dia tahu sendiri aja!” Jawab Abigail. “Apa yang harus gue ketahui?” Suara yang berasa dari belakang mereka membuat ketiga orang itu langsung mengalihkan pandangannya. Reihan mendekati ketiga rekannya dan ikut menunduk untuk membaca sesuatu yang sedang mereka bertiga lihat tadi. Pupil matanya melebar, dan Reihan langsung mengambil paksa laptop milik Andreas. Dia membaca berita itu sekali lagi, dan saat matanya kembali melihat nama Jessy serta Queen di sana Reihan pun mengepalkan tangannya marah. “Ini pure kecelakaan atau disengaja?” Tanya Reihan kepada Andreas. “Belum gue cari tahu.” “Sepertinya mereka sengaja menghabisi semua orang itu agar tidak ada barang bukti atau pun saksi.” Gumam Reihan kesal. “Jika ini sudah direncanakan, mereka semua benar-benar b******n! Wajar saja saat ini Tuan Edward dan juga Nyonya Stephani ada di Bogota.” Informasi yang Anton sebutkan tadi membuat Reihan bertambah kesal. Dia semakin yakin ada jika jatuhnya pesawat itu karena kerusakan mesin yang meledak adalah suatu kesengajaan. Dia tidak akan membiarkan ini begitu saja. Tidak pernah! “Cari informasi mengenai blackbox pesawat itu. Dan pastikan semua informasi yang kita dapat valid!” Perintah tegas Reihan itu membuat Abigail dan dua orang lainnya langsung bergegas menghubungi orang-orang yang mereka kenal. Reihan mencoba menghubungi Leonard, dan panggilannya masih tidak dijawab. Ini semakin menambah kecurigaannya. Sepertinya ada sesuatu yang buruk terjadi kepada Leonard. Dia curiga Pak Boenjamin terlibat dalam hal ini. Karena tidak ada yang memiliki kekuasaan yang melebihi Leonard selain orang satu itu. “Bi, lo bisa cari tahu di mana Big Bos berada? Ada hal yang janggal di sini. Sudah berapa kali gue coba menghubunginya tapi tetap saja tidak bisa.” “Oke.” Abigail langsung melaksanakn perintaj Reihan. Dia menghubungi orang kepercayaannya yang ada di interpol dan menanyakan kabar Leonard. Orang itu mengatakan jika saat ini Leonard sedang ditugaskan di lapangan. Dan tidak ada yang tahu kemana dia pergi saat ini seperti biasanya. Mendengar itu Abigail pun meminta orang itu mencari tahu informasi terkecil tentang tugas itu dan siapa saj ayang terlibat selain Leonard. Reihan pun melakukan hal yang sama. Dia menghubungi seseorang yang berhubungan langsung dengan Leonard. Dia menanyakan kabar atasan langsung nya itu. Dia harus memastikan jika Leonard tetap aman di sana, atau atasannya itu tetao di pihak yang sama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN