Kesepakatan

1037 Kata
Sesuai dengan janji Enyalios malam itu hari ini dia dan Reihan akan bertemu. Enyalios akan memperkenalkan seseorang kepada Reihan yang bisa memberikan apa yang dia mau. Enyalios ingin melihat sejauh apa yang diinginkan Reihan darinya. Dia juga ingin tahu keberadaan Kythira, orang kepercayaannya. Sudah lebih dari dua hari Kythira tidak memberikan kabar kepadanya. Entah ada di mana wanita itu. Enyalios yakin Khytira tidak akan menghianatinya. bahkan dia pernah melepaskan seseornag yang sangat dia cintai hanya untuk membuktikan kesetiaannya kepada kelompok Inferno. Enyalios turun dari mobilnya dan memasuki restoran yang selalu dia datangi di jam makan siang. Di sana Reihan sudah menunggunya. Jika malam itu Reihan tersenyum ramah kepada Enyalios, siang ini dia memperlihatkan wajah tegasnya. Dia tidak mau Enyalios salah mengira seperti malam itu. Reihan tidak mau mengalami nasib sial sampai lebih dari satu kali. Satu kali saja sudah membuat hidupnya tidak tenang karena selalu diolok-olok oleh Anton dan juga Abigail. jika itu terjadi lagi bisa-bisa hidupnya benar-benar tidak akan menyenangkan. “Kau sudah lama menunggu?" Enyalios duduk di hadapan Reihan. tatapan matanya masih sama seperti malam itu. Tatapan penuh damba dan memuja. “Tidak terlalu lama. Apa yang ingin kau pesan?” Reihan menyodorkan buku menu kepada Enyalios, karena tidak ada pelayan yang menghampiri meja mereka. "Tidak perlu, mereka sudah tahu apa yang harus mereka sipkan jika aku datang.” Tolak Enyalios sambil tersenyum. Dia ingin menyentuh ujung jari Reihan, tapi dengan cepat Reihan pun menarik tangannya dan menutup buku. menu itu. “Begitu rupanya. Sepertinya kau adalah pelanggan tetap restoran ini. Apakah menunya sangat enak sampai kau tidak berpaling dari sini?” “Aku adalah orang yangsanat setia. Jika ada yang mebuatku terkesan dan menarik perhatiank, aku akan selalu mendatanginya.” kata-kata yang diucapkan oleh Enyalios itu membuat eihan bergidik ngeri sekaligus jijik. Ada makna ganda di kata-kata itu. Reihan memilih tidak menanggapi kalima terakhir Enyalios. Dia langsung mengalihkan pembicaran mereka dengan menanyakan proses transaksi yang akan dia lakukan bersama seseorang yang Enyalios katakan sbagai rekan bisnisnya. Enyalios pun menghembuskan napasnya perlahan. Dia paling tidak suka ada orang yang mengabaikan tatapannya. Raut wajah ramah itu langsung berubah menjadi serius lalu tanpa ekspresi. Reihan memperhatikan semua itu, dan sekarang dia lebih bisa menerima sikap Enyalios yang seperti ini. Setidaknya sikap Enyalios yang seperti ini tidak mengganggunya dan tidak membuatnya risih. Enyalios pun menjelaskan semua proses transaksi yang akan Reihan ikuti. Dia tidak akan melakukan ini seorang diri. Dia akan ikut dalam satu batch yang akan dibuka beberapa hari lagi. Enyalios memberikan nomor telepon admin dari transaksi ini dan meminta Reihan untuk langsung mengontaknya dan mendaftarkan diri. Reihan melihat ini seperti sedang mengikuti lelang. Dia bertanya-tanya apakah orang-orang seperti mereka selalu melakukan hal seperti ini? Berarti orang-orang itu menganggap manusia sebagai objek lelang semata? Wah… benar-benar mengesankan permainan dunia hitam ini. Di pikir dia akan langsung bertemu wanita-wanita itu sendirian, tapi nyatanya tidak seperti itu. Orang-orang ini menjaga identitasnya untuk tidak ketahuan. ‘Baiklah, akan gue ikuti permainan kalian. Dan sampai saatnya tiba nanti, kau yang akan lebih dulu aku lenyapkan!’ Ucap Reihan dalam hati. Reihan mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya, dia pun melakukan ap ayang tadi disebutkan oleh Enyalios. Ponsel ini Sudah tersambung dengan laptop yang saat ini sedang dipegang oleh Andreas. Reihan mengetikkan sesuatu sesuai dengan aturan mainnya. Tidak lama ada balasan dari admin itu. Andreas langsung mengecek nomor yang digunakan admin itu. Lalu melacak dimana posisinya dan mulai mengirimkan sesuatu ke nomor itu. Dia berharap orang yang menjadi admin itu adalah orang yang bodoh. Karena jika dia adalah orang pintar, dia tidak mungkin mengklik link yang Andreas kirimkan. Makanan datang, Reihan dan Enyalios pun mulai menyantap makanan mereka. Enyalios terlihat sangat naggun saat ini. Dan itu benar-benar membuat Reihan geli. Apakah orang-orang sepertinya selalu all out seperti ini. “Apakah makananmu tidak enak, Rei?” Tanya Enyalios yang memperhatikan cara Reihan makan. Dia tampak tidak selera. Padahal Enyalios yakin makanan yang ada di hadapan Reihan adalah menu yang direkomendasikan oleh pelayan di sini. Dan Enyalios pernah mencicipi menu itu. Rasanya enak, dan tidak ada yang aneh dengan makanan itu. “Enak, makanan ini sangat enak. Aku hanya sedang menunggu balasan admin itu. aku sangat penasaran dan tidak sabar untuk bisa mengikuti batch yang akan dibuka beberapa hari lalu.” “Apakah kau benar-benar menginginkan wanita, Rei? Jika betul seperti itu aku bisa mengirimkannya untukmu malam ini. Dan aku bisa menjamin kau tidak akan kecewa dengan pelayanannya.” “Benarkah? Kau tidak keberatan melakukan itu?” “Tentu saja tidak. Jadi, kau mau aku kirimkan satu wanita? Sebutkan saja di mana kau menginap selama di sini. Dan di jam berapa kau ingin bersamanya.” “Kau memang luar biasa. Aku suka cara kerjamu.” “Bisnis tetaplah bisnis. Kepuasan pelanggan yang menjadi prioritas utama.” “Senang bisa berbisnis dengan Anda Tuan Enyalios.” “Ck! Kau masih memanggilku Tuan? Apakah tidak ada sapaan lain?” “Ah, maafkan aku. Apakah aku seharusnya memanggilmu Enya atau Lios?” “Aku lebih suka kau menyebutkan kata Enya. Terdengar lebih seksi di telingaku.” “Baiklah, aku akan memanggilmu Lios!” Ucap Reihan tegas. Dia tidak mau mengalami hal menjijikan lagi. Sudah cukup! Reihan pun kembali fokus dengan makanannya. Kali ini dia makan dengan semangat, lalu dia mengirimkan pesan kepada Anton untuk memesankan kamar presidential suit di sebelah kamar yang mereka tempati saat ini. Tanpa banyak tanya Anton melakukan apa yang diminta Reihan. Pembicaraan Reihan dan Enyalios pun berlanjut. Mereka membicara masalah harga saham dan juga investasi yang bisa dilakukan Reihan. Enyalios masih menganggap Reihan rekan bisnis yang pantas diperhitungkan. Dari data diri Reihan yang dia dapatkan dari sekretarisnya, Reihan merupakan pengusaha sukses di Indonesia. Perusahaan milik keluarganya pun tersebar dibeberapa aspek. Jadi, menurut Enyalios tidak ada ruginya bisa menjalin kerja sama dengan Reihan. Dia bisa melebarkan sayapnya di Indonesia. Tidak hanya berurusan dengan si tua bangka Tuan Edward. Jika boleh jujur Enyalios pun sudah muak menjalin kerja sama dengan orang itu. Pergerakannya Sudah lamban, dan karakter orang tua pada diri Tuan Edward terlalu mengganggu. Enyalios sudah tidak tahan dengan semua pertanyaan konyolnya. dan juga kecerewetan Nyonya Stephani yang selalu membuatnya naik darah. Kalau bukan karena uang mereka yang banyak, sudah lama dua orang itu dia lenyapkan seperti dia melenyapkan anggota BIn yang sangat mengusik pikirannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN