36. POV ULIL

1181 Kata

Namanya Salma Nadya Asnawati, begitu yang dikatakan oleh Hasna dalam pesannya disertai sebuah foto seorang perempuan hitam manis memakai baju toga. Hasna begitu gigih ingin menjodohkannya dengan saya. Hampir setiap hari ia menelepon, merecoki saya hanya untuk mendengar jawaban yang tidak saya punya. “Bagaimana, Mas? Terima, ya. Mbak Salma ini orangnya baik banget.” Tujuh bulan usai kepergian Laras, keluarga saya sangat gigih membujuk saya agar bersedia menikah kembali. Saya bukan jenis pria yang susah melupakan dan berlama-lama meratapi kepergian mendiang istri saya, bagi saya segalanya adalah takdir. Saya dituntut untuk menerima takdir sepahit apa pun. Saya sudah sepenuhnya mengikhlaskan kepergian Laras untuk selama-lamanya dan sudah kembali menjalani kehidupan normal, hanya saja tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN