37. POV ULIL

1651 Kata

Tinggal di kampung dekat dengan keluarga dan orang-orang yang saya kenal memang lebih menyenangkan, daripada tingga di kota, di mana saya hanya sendirian. Tidak ada Simbah yang membangunkan untuk sahur, tidak pula Umik yang terus-terusan mencereweti untuk menikah lagi. Selain itu, di kampung saya dapat melihat Salma. Gadis pujaan yang hanya dapat saya kagumi dari jauh. Dalam diam saya memendam perasaan. Hanya dalam waktu singkat perasaan yang saya rasakan padanya semakin kuat. Saya mengingat bagaimana ekspresinya ketika melihat saya di meja makan di rumah Simbah. Dari jarak dekat semakin jelas saya dapat menangkap sosoknya, merekamnya dalam ingatan Gadis tukang menukar sandal itu tampak sangat terkejut melihat saya. Rona kemerahan menyebar di sekitar pipinya begitu tatapan kami bertemu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN