Meka menarik tasnya yang ada di meja belajarnya dan turun ke lantai satu, menuju meja makan dan mengambil kotak bekalnya yang ada di sana lalu memasukkannya ke dalam tas. Membawa bekal ke sekolah sudah menjadi kebiasaannya setelah semakin dekat dengan Romi dan yang lainnya. Selain itu, ia mulai betah membawa makanan seperti ini karena jarak kantin dari kelas mereka yang cukup jauh, belum lagi jika harus berdesakan dengan siswa lainnya. Meka menghela napas pelan. Ia sudah menunggu hari ini tiba. Perasaannya pada Aile sudah semakin pasti dan gadis itu juga makin nempel dengannya. Meka tak ingin mengulur - ngulur waktu lagi untuk momen yang ditunggu - tunggunya ini. Ia berjalan menuju pintu, mengambil sepatunya di rak dan memakainya di kursi rotan yang berada di teras rumah. Trish yang b

