Misshel menatap lurus ke arah depan dengan pandangan kosong. Suara tawa ceria kenan bahkan tak mengusiknya sedikit pun. Hingga panggilan Kenan untuk ke sekian kalinya, Misshel seakan tak mendengarnya. "Kakak tangkap!" Kenan lempar bola itu tepat mengenai kepala kakaknya. Seketika Misshel terhenyak kaget hampir-hampir terjun dari tempat duduknya. Misshel ambil bola kecil itu lekas memandangnya. Harusnya ia menemani Kenan bermain dalam plygroud akan tetapi pikirannya seakan menolak. "Kak, lempar sini, ayo!" Kenan bersiap diri untuk menangkap. Namun, bukan segera melempar bola kearah adiknya. Justru Misshel melangkah mendekati Kenan lalu menyerahkan bolanya. "Kamu main sendiri, ya. Kakak liatin aja dari sini," ucap Misshel tersenyum simpul. "Yah, nggak asik dong." Kenan kerucutkan bibi

