Empat Puluh Akhtar duduk termenung, di hadapannya tampak kedua orang tuanya tengah menatap dirinya. Sekitar satu jam yang lalu, ada panggilan telepon dari pihak kepolisian, mereka ingin bertemu Akhtar. Bukan itu saja, pihak kepolisian mengungkapkan kecurigaan mereka pada Celin, mantan istrinya. "Untuk apa mereka ingin menemuiku? Dan kenapa mereka bilang mencurigai Celin?" Ucap Akhtar heran. "Kita datang saja ke sana, biar nanti Ayah telepon Danu terlebih dahulu." "Apa kamu sudah bertemu Dira, Nak?" Tanya ibunya, rasa penasarannya sejak sore tadi tak dapat disimpan lagi. Akhtar tertunduk dalam mendengar pertanyaan dari ibunya. "Ada apa?" Akhtar menghela nafas dalam. "Kemungkinan Dira tidak akan pernah mau bertemu denganku lagi, Bu," jawab Akhtar dengan suara berat. Beban di dalam da

