Tak terasa sudah 2 bulan Rara berumah tangga. Hari ini rencananya Rara dan Hendra pergi kerumah mama Risma, karena Rara dan Hendra harus mengantarkan mama Risma dan papa Sam pergi kekampung halaman papa yaitu Jerman.
"Assalamualaikum " ucap Hendra dan Rara bersamaan
"Waalaikumsalam, ahirnya kamu datang juga’’ ucap mama Risma dengan binar bahagia dengan antusias menyambut pengantin bary tersebut . “ Kamu istirahat dulu ya, pesawat mama terbang jam 10 karena ini masih jam 8 lebih baik kalian sarapan dulu, pasti kalian belum sarapan kan ?" lanjut mama Risma
"Belum ma, aku bangun tidur langsung siap-siap kesini aku takut mama nanti telat " ucap Hendra
‘’ Iya mama tau kok kalian pengantin baru pasti capek buat dedek bayi. Soalnya mama juga pernah ngalamian, sampai – sampai ya satu hari penuh tidak keluar kamar saking bringasnya papah kamu Hen, bahkan waktu itu mama sama papah lupa untuk makan’’ cerita mama Risma dengan antusias dengan binary wajah yang begitu bahagia mengenang masa – masa mudanya dulu dengan papa Sam.
‘’Apa tidak lemas ma seharian buat dedek terus,, terus apa pinggang mama tidak encok ‘’ tanya Hendra heran
‘’Ya enggak dong Namanya juga menikmati surga dunia Hen. Dan satulagi kamu jangan remehkan setamina mama sama papa ya, setamina kita masih oke ya bisa – bias mama buatin adek nanti kamu baru tau rasa, sudah tidak jadi anak satu – satunya mama dan papa ’’ ucap mama Risma sewot
“yasudah deh mah jangan diterusin Hendra sudah lapar nih” ucap Hendra memelas
"Yasudah ayo makan dulu tadi mama masak makanan kesukaan kamu loh" ucap Risma sambil menuntun anak dan menantunya kemeja makan
"Iya ma, ma aku mau udang, ayam geprek, sama sayurnya sayur sup" ucap Hendra dengan semangat
"Iya sayang kamu kok nggak sabaran banget sih"
"Habisnya menu ini aku suka semua ma" ucap Hendra sambil tersenyum hingga giginya yang putih kelihatan
Ahirnya acara makan pagi selesai dan sekarang semua keluarnga berkumpul diruang keluarga untuk sekedar nyantai sambil menunggu jam 9.
"Apakah mama beneran mau tinggal disana ?" Tanya Hendra tidak terima
"Iya Hendra, mama akan menetap disana dengan papa kamu, karena sekarang papa sudah pensiu, iya kan pa ?" Tanya Risma
"Iya jadi sekarang perusahaan papa, papa berikan kepada kamu, tapi papa juga mantau kamu dari sana" ucap Sam dengan santai
"Beneran pa ?" Tanya Hendra dengan mata bebinar karena dia akan menjadi pemimpin perusahaan
"Iya Hendra, papa percaya sama kamu jadi jangan buat papa kecewa" ucap Sam sambil menepuk pundak Hendra
"Iya pa Hendra tidak akan mengecewakan papa"
"Rara apakah perut kamu sudah isi ?" Tanya Risma penasaran
"Udah tadi ma, tadi aku kan makan sama mama juga jadi perut ku sudah aku isi dengan makanan tadi" ucap Rara polos, karena antara pemahaman Rara dan mama Risma berbeda.
"Aduh gini nih kalo punya mantu kelewat polos" ucap Risma dalam hati "Bukan itu Ra sayang tapi udah ada dedeknya apa belum perut mu?" Tanya Risma sambil menepuk jidatnya
"Ohh, itu ya ma belum ma, doakan saja ya ma " ucap Rara sambil mengulas senyum tipis yang berbalut kesedihan.
"Iya ma doakan saja, Hendra juga udah usaha siang malam untuk buat anak" ucap Hendra menambahi ucapan Rara
"Iya - iya mama akan doakan yang terbaik untuk kalian berdua kok" ucap Rizma sambil mengusap punggung Rara
‘’Makasih ma atas doanya ‘’ ucap Rara dengan mata berkaca – kaca
‘’Ehh kenapa malah nangis ?’’ tanya mama Risma panik karena melihat Rara yang tiba – tiba menangis
‘’Aku terharu ma, semoga doa mama dikabulkan sama tuhan’’ ucap Rara sambil mengulas senyumyang begitu manis, karena dia percaya bahwa doa seorang ibu pasti akan dikabulkan oleh yang maha kuasa.
"Mama ayo siap - siap berangkat kebandara soalnya ini sudah jam 9" ucap papa Sam sambil melihat jam tangannya
"Iya pa, ayo siap - siap pa" ucap mama Risma sambil merangkul lengan papa Sam menuju kamarnya yang ada dilantai dua.
Setelah tiga puluh menit melakukan perjalanan dengan mobil ahirnya mama Risma, papa Sam, Hendra dan Rara sampai dibandara. Sesampainya disana mama Risma dan papa Sam langsung menuju pesawat yang akan ditumpanginya menuju negara Jerman, karena pesawat tersebut mau terbang.
"Kamu jaga diri baik - baik ya Ra, mama akan selalu menghubungi kamu" ucap mama Risma sambil memegang pipi menantu kesayangannya itu.
"Iya ma, mama sama papa jaga diri baik- baik ya, jaga kesehatan ya ma " ucap Rara sambil memegang tangan mama Risma yang sedang memegang pipinya
"Hendra kamu harus jaga Rara sayangi dia dan hargai dia sebagai istri walaupun kalian menikah karena terpaksa dan belum ada cinta diantara kalian, papa berharap kalian bisa mempertahankan pernikahan ini karena pernikahan merupakan hal yang sakral dan kalo bisa menikah sekali seumur hidup " ucap papa Sam kepada Hendra
"Iya pa, akan aku buat Rara bahagia dirumah" ucap Hendra padahal didalam hati Hendra berbicara "Iya akan aku buat Rara tersiksa dirumah itu "
"Yasudah kami berangkat dulu ya" ucap papa sam sambil merangkul istrinya
"Iya ma hati - hati" ucap Hendra dan Rara bersamaan sambil menyalami tangan mama Risma dan papa Sam
Setelah mama Risma dan papa Sam masuk kedalam pesawat dan pesawat tersebut sudah terbang Hendra langsung meninggalkan Rara sendirian dibandara tersebut.
"Tuan tunggu aku " ucap Rara sambil berlari untuk mengejar langkah Hendra yang cukup jauh karena dia belum hafal jalan diJakarta, serta dia juga tidak membawa uang sedikitpun
"Tuan tunggu " ucap Rara lagi
Dugh
"Aduh sakit " ucap Rara sambil mengelus - elus jidatnya yang kepentok punggung Hendra yang tiba - tiba berhenti
"Kamu apa- apan sih kalo jalan pakek mata " ucap Hendra sambil mengusap pakaian yang terkena tubuh Rara seakan - akan Rara itu sebuah virus yang menular dan mematikan
"Maaf tuan" ucap Rara sambil menunduk takut karena dia ditatap dengan kilatan kemarahan dimata Hendra
"Kamu pulang sendiri " ucap Hendra sambil mengeluarkan dompet dari celananya "Ini aku kasih uang seratus ribu buat ongkos kamu pulang " lanjutnya sambil melempar uang rang baru ia keluarkan dari dompet mahalnya.
Tanpa menunggu balasan dari Rara Hendra langsung meninggalkan Rara begitu saja. Tapi saat mau menuju parkiran karena tidak memperhatikan jalan Hendra bertabrakan dengan seorang perempuan
Dugh
"Aduh sakitnya" ucap wanita itu sambil mengusap - usap pantatnya
"Aduh maaf ya saya tidak memperhatikan jalan " ucap Henra sambil menjulurkan tangan untuk membantu wanita tersebut berdiri dan uluran tangan tersebut disambut dengan baik oleh perempuan tersebut
"Kalo jalan lihat - lihat dong" ucap perempuan tersebut masih fokus membersihkan debu - debu yang menempel dibaju bermereknya sehingga belum menatap siapa yang sudah menabrak dia
"Iya maaf, tapi anda juga salah disini anda saat jalan juga main hp jadi bukan salah saya saja tapi juga anda" ucap Hendra santai
Karena tidak terima apa yang diucapkan oleh Hendra perempuan tersebut langsung mendongak melihat siapa laki- laki yang sudah bertabrakan oleh dia. Tapi saat sudah menatap laki - laki tersebut perempuat itu terkejut
"Hendra aku kangen " ucap wanuta tersebut sambil memeluk Hendra