42. Jangan Sakit

2544 Kata

Kaka itu susah ditebak. Meski citranya di masyarakat dikenal sebagai orang yang cuek dan lebih banyak diam, lebih dari itu banyak hal yang tak terduga dalam diri Kaka. Seperti saat ini, cowok itu tadi mengirim pesan pada Aurara hendak mengajaknya pergi. Dan di sinilah mereka sekarang. Di sebuah bazar besar-besaran yang diadakan di kota. Kaka segera meraih telapak tangan Aurara setelah mereka turun dari mobil. Malam ini Kaka memilih membawa mobil milik sang Ayah mengingat cuaca malam ini terasa dingin. Kaka kemudian menautkan jemarinya dengan jemari Aurara dengan lembut. Itu sontak membuat Aurara mendongak. "Nanti ilang," ucap Kaka seolah menjawab keterkejutan Aurara. Kaka khawatir, Aurara akan tiba-tiba lari di tengah keramaian ini mengingat betapa seperti anak kecil pacarnya itu. "Ih b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN