Aurara menghela napas tatkala tak sengaja melihat jar memory di atas meja belajarnya. Jar memory itu masih kosong, Aurara belum sempat mengisinya dengan berbagai kejadian yang dia dan Kaka lalui setelah mereka resmi pacaran. Aurara berjalan ke arah meja belajarnya, dia duduk kemudian mengambil jar memory bertali merah itu. Di sebelahnya ada stickey notes yang belum Aurara buka bungkusannya. "Belum juga diisi udah enggak-enggak aja," gumamnya pelan. Aurara mengambil bolpoinnya, mengambil beberapa stickey notes dengan warna berbeda dan hendak menuliskan sesuatu. Meski tampak ragu, Aurara akhirnya menggerakkan jarinya untuk menulis. Di stickey notes pertama tertulis; Hari itu, di depan gerbang rumah, Kaka dengan kakunya menyatakan perasaan. Sayang aku katanya. Tanpa sadar bibir Aurara te

