45. Sebuah Kejutan

2263 Kata

"Penggrebekan! Penggrebekan! Woi anak orang, tuh!" Kaka yang habis mengecup singkat pipi Aurara sontak menegakkan badan saat mendengar sebuah suara bariton berteriak. Dia menjauhkan tubuhnya kemudian refleks berdiri. Hal yang sama pun terjadi pada Aurara. Pipinya sudah memanas luar biasa. Aurara ikut berdiri. Kedua telapak tangannya dia gunakan untuk menutupi wajah yang sudah memerah. Dari jarak yang cukup jauh, terlihat Zidan dan Seno tengah tertawa keras. Mereka tampak puas menertawai tingkah Kaka yang tidak pernah mereka duga. Bahkan Zidan sampai membungkuk memegangi perutnya. Sementara Kaka menatap datar. Jujur, Kaka malu sekali. Namun Kaka tidak boleh terlihat konyol di depan kedua teman gilanya itu atau tidak Kaka bisa menjadi bahan ledekan keesokan harinya. "Kaka nge-gas banget,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN