Kaka menggaruk belakang kepalanya dengan kekehan geli. Aneh dan malu sendiri membaca chat terakhirnya dengan Aurara. Jika diingat-ingat, akhir-akhir ini jantung Kaka terasa ingin meledak saking banyaknya hal tak terduga terjadi antara dirinya dan Aurara. Cewek dengan wajah cantiknya itu mampu membuat hati Kaka ketar-ketir tak karuan. Dunia Kaka ... seakan berputar hanya pada Aurara sebagai pusatnya. Sembari menunggu balasan, Kaka beranjak berdiri hendak menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah beberapa menit Kaka pun kembali. Naik ke atas ranjangnya dan duduk bersandar pada kepala ranjang. Diambilnya ponselnya lagi dan mengecek jika sudah ada notifikasi chat dari Aurara. Tanpa sadar senyumnya terukir. Namun belum sempat Kaka membukanya, sudah ada sebuah panggilan dari nomor tak

