37. Perasaan Baru

2062 Kata

Aurara tersenyum geli melihat beberapa fotonya dengan Kaka. Tak banyak, namun baginya itu lebih dari cukup. Melihat Aurara tertawa di sampingnya, Kaka pun menoleh. Alisnya terangkat. "Kenapa?" Aurara nyengir. Dia menggeleng. "Aku lagi seneng aja. Bahagia malah," ucapnya lalu melanjutkan menikmati sop buahnya. Setelah berkeliling Kota Tua menggunakan sepeda ontel, Kaka mengajak Aurara untuk beristirahat sekaligus menyegarkan tenggorokan dengan menikmati sop buah di warung yang tak jauh dari tempat mereka semula berada. "Lo seneng?" tanya Kaka. "Seneng. Banget," jawab Aurara. Binar wajahnya sangat menunjukkan jika dia sangat senang. "Gue juga." Ucapan Kaka membuat Aurara semakin melebarkan senyumnya. Tidak pernah Aurara duga hari ini akan terjadi. Padahal Kaka belum menyatakan perasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN