Aurara tersenyum senang di depan pintu rumahnya. Baru saja dua hari yang lalu neneknya pulang dari Rumah Sakit, neneknya harus kembali ke sana untuk check up. Dan sekarang Aurara tengah menunggu nenek pulang. Tak lama, terdengar suara mobil yang memasuki pekarangan rumahnya. Dengan senang Aurara berlari menghampiri mobil Naysa. Aurara membuka pintu mobil, langsung terlihat wajah nenek yang masih terlihat pucat. Dengan hati-hati Aurara menuntun nenek keluar dari mobil. "Nenek!" pekik Aurara seraya memeluk tubuh nenek. Nenek terkekeh kecil melihatnya. "Ra, Nenek jangan dipeluk erat-erat, Nenek masih belum sepenuhnya fit. Kalo Nenek sesek napas gimana?" tegur Naysa sesaat setelah keluar dari kemudi. Aurara menepuk jidatnya. Kemudian melepas peluk. Kini beralih menggandeng lengan Nenek un

