"Kaka ih! Mau kemana? Jangan suka tinggal-tinggal aku, dong. Apalagi ninggalnya sama Kak Mikhayla. Aku nggak suka, ya!" Aurara mengomel sembari membuntuti Kaka yang berjalan dengan tempo cepat di lorong koridor yang sedang sepi. "I don't care," jawab Kaka datar. Agaknya mulai terbiasa dibuntuti Aurara kemanapun dia berada. "Kaka jangan gitu, dong. Aku peduli kamu pake hati, seenggaknya balas aku sedikit, kek," pinta Aurara. Dia melompat, menempatkan diri di depan Kaka berharap Kaka mau menghentikan langkahnya. Kaka tak menggubris. Sama sekali tak terganggu dengan posisi Aurara. Kaka tetap melangkah, meskipun agak sedikit pelan karena terhalang Aurara. Sementara Aurara terus menerus berjalan mundur. "Kaka balikan sama aku, yuk!" ajak Aurara cengengesan. "Ogah." "Ih, kenapa, sih? Ak

