Hari ini adalah hari dimana waktunya penerimaan rapor hasil UTS semester pertama siswa SMA Angkasa. Semua berbahagia karena setelah menerima rapor mereka akan langsung dipulangkan. Begitupula yang lain, Aurara juga bahagia hari ini. Meskipun ada beberapa hal yang membuat Aurara menjadi berubah sedih seketika. Namum setidaknya hubungannya dengan Kaka yang membaik bisa membuatnya sedikit lebih baik. "Kenapa, Nim?" tanya Aurara saat melihat Nimas geleng-geleng. Tanpa mengangkat pandang pada rapor Aurara, Nimas menjawab, "Sedikit kemajuan, Ra." Mendengarnya Aurara tersenyum lebar. Dengan bangga menepuk dadanya pongah. "Oh iya, dong! Rara!" Nimas mengangguk-angguk. "Dari dua puluh ke sembilan belas," ucapnya. Aurara menyengir. Meskipun ranking sembilan belas di antara tiga puluh siswa, A

