51. Baikan

2451 Kata

Kaka berjalan tergesa dengan langkah lebarnya menuju parkiran. Napasnya menderu menahan marah. Tatapan matanya tidak bisa santai. Pikiran buruk memenuhi kepalanya saat ini. Setelah mencoba mencari Aurara di kelasnya beberapa waktu lalu dan Aurara tidak ada, Kaka sudah dapat menebak jika pacarnya itu pasti tengah berada di parkiran untuk pulang bersama Bima-- lagi. Kaka tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Tepat saat Kaka sampai, Kaka melihat Aurara dan Bima masih mengobrol, mereka pun masih jauh dengan dimana motor Bima terparkir. Kaka semakin mempercepat langkahnya, tidak mau mereka semakin memperbanyak obrolan. Bugh! Kaka memukul telak pipi kanan Bima. Saat Bima lengah dan sibuk mengaduh, Kaka menarik pergelangan tangan Aurara dan menyembunyikan cewek itu di balik tubuhnya. "Ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN