Tak terasa, UTS sudah berakhir. Semua murid sudah bisa bernapas lega. Mereka pulang dengan raut bahagia, senang bisa main sepuasnya setelah ini. Hanya tinggal menunggu hasilnya beberapa hari lagi saja. Selama itu pula hubungan Aurara dan Kaka berjalan seperti kemauan Aurara. Ada perasaan sedih dalam hati Aurara. Aurara kira Kaka akan bersikeras menolak keinginannya dan tetap menghubungi dan menemuinya. Namun, nyatanya tidak. Kaka benar-benar seperti hilang ditelan bumi. Tidak sekalipun Aurara bertemu Kaka di lingkungan sekolah. Entah sengaja atau memang Kaka fokus dengan ujiannya. "Ra!" Aurara tersentak saat sebuah suara beserta tepukan di pundaknya membuyarkan lamunannya. Aurara meluruskan pandangan, di depannya, Bima dengan motor maticnya sudah siap untuk mengantarkannya pulang. "Hob

