49. Sudaah Cukup

1759 Kata

Di koridor menuju kantin tampak penuh oleh siswa yang lalu-lalang. Berlomba-lomba mengisi tenaga setelah menguras otak menghadapi soal ujian beberapa saat lalu. Aurara dan Bima patut bersyukur. Mereka mendapat minuman dan makanan lebih cepat dibanding yang lain dan tidak perlu mengantri panjang. Kedua remaja itu sekarang tengah bersandar pada tembok koridor. Menikmati es jeruk yang nampak sangat segar sembari menatap keriuhan murid lain yang hendak menuju kantin. Bima melirik Aurara yang berjongkok sembari menyeruput es jeruk dalam plastik. Bima prihatin, Aurara nampak sangat kelelahan. "Capek banget apa nyampe jongkok segala?" tanya Bima menatap heran. Aurara menggeleng. Mendongak sekilas lalu menjawab, "Minum harus duduk, Bim. Kalo berdiri nggak baik." "Lah lo jongkok, gitu?" Aur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN